Deih mempresentasikan Life Mission di CCCC dan melakukan debutnya di buku komik.

  • Presentasi Misi Kehidupan di Center del Carme Cultura Contemporània di Valencia
  • Komik pertama Deih, sebuah referensi internasional dalam seni urban.
  • Sebuah karya yang memadukan fiksi ilmiah, introspeksi, dan refleksi tentang kreativitas.
  • Komik ini dirancang sebagai alat untuk mengatasi kebuntuan menulis dan "pengguliran tanpa batas".

Presentasi Misi Hidup Deih

Centre del Carme Cultura Contemporània de València menjadi panggung pilihan para seniman urban Deih mempersembahkan komik pertamanya, Misi Hidup.Karya ini menerjemahkan ke atas kertas citra fiksi ilmiah dan introspeksi emosional yang telah menjadi ciri khas mural-muralnya di seluruh dunia selama bertahun-tahun. Acara ini dijadwalkan pada tanggal 30 April pukul 18.30 di Aula Refektori CCCC.

Dengan publikasi ini, yang diedit oleh Edisi OdysseyKreator asal Valencia ini membuat lompatan definitif dari dinding ke buku, mengukuhkan perjalanan yang telah membawanya dari jalanan Valencia ke museum dan ruang pameran internasional, dan sekarang juga ke bidang buku. penulis komikAcara ini merupakan bagian dari seri Seni dan Pemikiran, salah satu program unggulan pusat tersebut.

Sebuah presentasi yang dibingkai dalam siklus Seni dan Pemikiran.

Keluarnya Misi Hidup di Centre del Carme Ini bukan presentasi biasa. Presentasi ini disusun sebagai percakapan terbuka dalam seri Seni dan Pemikiran, yang dipromosikan oleh Konsorsium Museum Komunitas Valencia dan dikoordinasikan oleh sejarawan seni Catalina Martín Lloris, yang juga akan berpartisipasi dalam pertemuan tersebut.

Deih sendiri akan hadir di meja makan, Eduardo Almiñana de Cózar —penulis dan jurnalis— dan sutradara serial tersebut, yang akan membahas hubungan antara komik, seni urban, dan proses kreatif kontemporer. Lebih dari sekadar acara promosi, CCCC menyajikan acara ini sebagai sebuah ruang untuk dialog berfokus pada bahasa visual dan bentuk-bentuk produksi budaya saat ini.

Selama sesi diskusi, sang seniman akan menjelaskan secara rinci Proses kreatif Misi HidupMulai dari konstruksi naratif hingga keputusan formal dan estetik yang memberikan kesatuan pada cerita yang sengaja dibuat terfragmentasi, presentasi ini dirancang sebagai kesempatan bagi penonton untuk mengajukan pertanyaan, berbagi kesan, dan mendiskusikan karya tersebut. tempat buku komik dalam lanskap artistik saat ini.

Ini bukan kali pertama Deih terhubung dengan Centre del Carme. Seniman ini sebelumnya telah berpartisipasi dalam proyek pameran di CCCC, seperti pameran Darurat di Planet Bumi, di mana mural-muralnya berdampingan dengan karya-karya kreator lain yang berfokus pada kritik ekologis dan krisis iklim, memperkuat hubungan berkelanjutan dengan ruang tersebut.

Deih: dari dinding ke kertas tanpa kehilangan dunianya sendiri

Deih (Valencia, 1978) adalah salah satu tokoh yang paling dikenal seni urban kontemporer di Spanyol dan di luar negeri. Meskipun banyak yang mungkin tidak mengenalinya, karakter dan lanskap fiksi ilmiahnya telah menjadi bagian dari pemandangan banyak kota, hingga gayanya mudah dikenali oleh siapa pun yang melihat salah satu muralnya.

Karyanya telah meninggalkan jejak di berbagai negara seperti Amerika Serikat, Meksiko, Norwegia, atau IslandiaDi situlah ia mengembangkan bahasa visual yang sangat personal, yang dicirikan oleh perpaduan futurisme, suasana melankolis, dan muatan emosional yang kuat. Dalam beberapa tahun terakhir, dunia ini telah berpindah dari jalanan ke museum, memperkuat transisi dari grafiti dan muralisme ke format yang lebih institusional tanpa kehilangan identitasnya.

Perpindahan ke komik dengan Misi Hidup Dalam konteks ini, hal itu merupakan langkah yang wajar namun juga berisiko: sang seniman mentransfer kode-kode karya muralnya ke halaman cetak, mengeksplorasi cara-cara baru dalam bercerita tanpa meninggalkan eksperimentasi yang selalu menjadi ciri khas karyanya. Dengan demikian, buku ini menandai fase baru dalam karier yang terus berkembang ke berbagai media.

Sang seniman sendiri telah menjelaskan bahwa Ide untuk komik ini muncul sebagai respons terhadap kebuntuan kreatif.Dihadapkan dengan perasaan stagnasi, ia memutuskan untuk beralih ke kertas sebagai ruang kebebasan total, tanpa komisi atau harapan eksternal, di mana ia dapat menggambar tanpa penilaian sebelumnya dan menemukan kembali dorongan yang membawanya untuk berkarya sejak awal.

Misi Hidup: sebuah perjalanan antara fiksi ilmiah dan introspeksi

Life Mission memperkenalkan dirinya sebagai sebuah kisah fiksi ilmiah yang sangat intim.Lebih berfokus pada pertanyaan daripada jawaban, karya ini menyajikan perjalanan melintasi ruang dan waktu yang berfungsi sebagai dalih untuk mengeksplorasi identitas, keterasingan, dan kebutuhan untuk menemukan makna pribadi di tengah lingkungan yang berubah dan seringkali membingungkan.

Komik tersebut mengikuti karakter yang ambiguDi suatu tempat antara seorang yang terdampar di luar angkasa dan seorang penjelajah batin, ia berkelana tanpa tujuan melalui lanskap yang tampaknya muncul dari pikiran orang lain. Latar-latar ini berfungsi sebagai cerminan keadaan emosional dan keraguan eksistensial, bukan sekadar latar belakang untuk petualangan fiksi ilmiah klasik.

Narasi tersebut dibangun dengan cara tertentu. terfragmentasi dan intuitifSebagai rangkaian gambar dan situasi yang saling berdialog tanpa memerlukan alur cerita linier tradisional. Pendekatan ini mengubah kegiatan membaca menjadi pengalaman terbuka, di mana setiap pembaca mengisi kekosongan berdasarkan perspektif dan pengalaman hidup mereka sendiri, serta berpartisipasi dalam pembentukan makna karya tersebut.

Alih-alih menawarkan cerita yang berdiri sendiri, Life Mission mengusulkan sebuah perjalanan yang berfungsi hampir sebagai buku harian visual dari proses kreatif itu sendiri. Dengan demikian, karya tersebut menjadi... metasejarah penciptaan artistikdi mana yang terpenting bukanlah apa yang terjadi "di luar" karakter, melainkan apa yang terjadi di dalam dirinya saat ia bergerak melalui alam semesta yang terus berubah itu.

Dalam konteks ini, fiksi ilmiah tidak digunakan sekadar sebagai bentuk pelarian, tetapi sebagai sebuah alat untuk berpikir tentang masa kiniPersepsi tentang waktu, pengelolaan kecemasan, perasaan terputus, dan keinginan untuk transformasi pribadi tampak disaring melalui imajinasi futuristik yang merujuk pada referensi dari tahun 80-an, dengan teknologi yang diidealkan dan hampir bernostalgia.

Kritik terhadap tren "infinite scrolling" dan pemulihan kreativitas.

Salah satu poros tematik yang paling menonjol dari Life Mission adalah refleksi tentang "Pengguliran tanpa batas" dan konsumsi digitalDeih menggunakan struktur komik yang terputus-putus untuk mempertanyakan apa yang terjadi ketika kita menghabiskan berjam-jam terus-menerus menggulir layar, melompat dari gambar ke gambar tanpa mengingat apa pun, sementara waktu berlalu begitu saja.

Karya ini mengeksplorasi bagaimana aliran konten yang terus-menerus ini dapat mengikis kreativitasuntuk mengalihkan perhatian kita dan menjauhkan kita dari proses yang lebih sadar dan disengaja. Berbeda dengan dinamika ini, komik menjunjung tinggi kertas sebagai ruang perlawanan: permukaan yang terbatas dan nyata di mana setiap halaman memaksa kita untuk berhenti, melihat, dan memutuskan bagaimana melanjutkan.

Justru karena itulah Deih berpikir demikian. Misi Hidup sebagai alat untuk mengatasi kebuntuan artistikAlih-alih merencanakan cerita secara teliti, ia memilih untuk menggambar secara intuitif, tanpa menuntut hasil yang sempurna, mengeksplorasi ide dan emosi sebagaimana adanya. Dengan demikian, komik berfungsi sebagai laboratorium pribadi dan, pada saat yang sama, sebagai undangan kepada pembaca untuk mempertanyakan hubungan mereka sendiri dengan waktu dan penciptaan.

Dimensi refleksi diri ini melengkapi aspek emosional karya tersebut: karakter yang berkelana melalui lanskap fiksi ilmiah ini juga mewujudkan perjuangan untuk memulihkan dorongan kreatif di tengah kejenuhan rangsangan. Perasaan menjadi tersesat tapi bergerak Hal ini terungkap di sepanjang buku, memperkuat gagasan bahwa pencarian, lebih dari sekadar tujuan, adalah kekuatan pendorong sejati dari cerita tersebut.

Kritik terhadap konsumsi digital tidak dirumuskan secara moralistik, melainkan sebagai seruan untuk mendapatkan kembali perhatian dan kepedulian melalui proses itu sendiri. Dalam hal ini, Life Mission selaras dengan refleksi kontemporer lainnya tentang perlunya memperlambat tempo, melepaskan diri sejenak, dan kembali ke praktik kreatif yang lebih lambat dan lebih sadar.

Bahasa visual, referensi dan prolog oleh Álvaro Pons

Secara grafis, Life Mission mempertahankan esensi karya mural Deih, tetapi diadaptasi sesuai dengan kemungkinan komik. Penulis membangun skenario yang terinspirasi dari fiksi ilmiah tahun 80-an, dengan estetika yang mengingatkan kembali pada masa depan yang dibayangkan di dekade-dekade sebelumnya, penuh dengan lampu neon, pakaian antariksa yang mustahil, dan teknologi yang lebih banyak diimpikan daripada nyata.

Pendekatan ini menciptakan kontras yang mencolok dengan zaman sekarang, yang ditandai dengan perangkat-perangkat yang ringkas dan ada di mana-mana sehingga hampir tidak disadari. Dengan merangkul sebuah visi ideal tentang teknologiKomik juga membangkitkan nostalgia tertentu dan memungkinkan kita untuk mengambil jarak kritis dari cara kita berhubungan dengan teknologi digital saat ini.

Dunia visual Deih terungkap halaman demi halaman dengan muatan kromatik yang kuat dan komposisi yang bermain dengan sensasi gerakan dan disorientasi. Panel-panel tersebut, dalam banyak kasus, bertindak sebagai bagian otonom yang dapat berfungsi sebagai ilustrasi independen, tetapi bersama-sama membentuk keseluruhan yang kohesif. Mereka terlibat dalam dialog dan membangun suasana yang sama..

Seluruh tampilan grafis ini disertai dengan prolog yang ditandatangani oleh Alvaro Pons (Barcelona, ​​1966), seorang profesor tetap di Departemen Optik di Universitas Valencia dan tokoh yang sangat diakui di bidang penyebaran dan kritik buku komik di Spanyol. Teksnya menempatkan Life Mission dalam lanskap narasi grafis kontemporer, menyoroti baik keunikan formalnya maupun hubungannya dengan keprihatinan antargenerasi.

Kombinasi antara penulis dari dunia seni urban dengan kata pengantar dari seorang spesialis komik memperkuat tujuan buku ini. untuk membangun jembatan antara berbagai kalanganDengan demikian, komik ini disajikan bukan hanya sebagai hal baru dalam karier Deih, tetapi juga sebagai kontribusi bagi komik Spanyol yang terlibat dalam perdebatan yang lebih luas tentang citra, memori, teknologi, dan proses kreatif.

Melalui Life Mission, Deih mengkristalkan dalam bentuk buku sebuah perjalanan yang dimulai di dinding-dinding Valencia dan telah terbentang di berbagai kota di seluruh dunia, kini menawarkan sebuah cerita yang memadukan fiksi ilmiah, introspeksi, dan kritik terhadap laju digital saat ini. Presentasi di CCCC menempatkan komik debut ini di jantung wacana budaya Valencia, menawarkan kepada publik pengalaman membaca terbuka di mana setiap orang dapat... untuk menemukan misi hidup mereka sendiri di antara halaman-halaman tersebut..

Betapa indahnya membaca?
Artikel terkait:
Betapa indahnya membaca?: komik menaklukkan ruang kelas Mairena del Aljarafe